Pariwisata Patung Liberty Sudah Mulai Aktif Kembali!

Seperti tulip yang bermekaran di Park Avenue, turis akhirnya kembali ke jalan-jalan Kota New York dan juga pariwisata patung liberty yang dulu sepi. Pada liburan musim semi, beberapa turis terlihat berkendara dari Washington, DC, di mana museum masih tutup. Dia berjalan-jalan di galeri Museum of Modern Art, berjalan-jalan di Central Park, melintasi Jembatan Brooklyn, naik kereta bawah tanah dan makan banyak makanan Italia.

Pengunjung layaknya itu menandai pergantian yang disambut baik sehabis pandemi menghantam industri pariwisata New York, yang menopang 400.000 pekerjaan dan $70 miliar didalam kesibukan ekonomi tahunan. Para turis menikmati kota yang lebih tenang tanpa keramaian, serta harga kamar hotel yang harganya setengah atau sepertiga dari harga sebelum akan COVID-19. Akibat penurunan ekonomi tersebut juga, banyak orang memilih cara cepat menghasilkan uang dari rumah seperti halnya berbisnis online ataupun mengakses agen sbobet terpercaya.

“Saya pikir bakal susah untuk bepergian, tapi terlampau ringan dan menyenangkan untuk dinavigasi,” kata Selden, teknisi medis darurat, kala pasangan itu – keduanya berusia awal 20-an – melewati galeri museum. Indikatornya, meski awal dan halus, menjadi pulih. Sejak Januari, tingkat hunian hotel udah meningkat enam poin persentase, jadi 35%, menurut data perusahaan perhotelan STR. Industri melaporkan kenaikan bulanan kelima berturut-turut didalam tarif kamar harian rata-rata, yang udah meningkat 12% sejak Desember yang telah diberitakan oleh http://macanbet.co/.

Pariwisata Sekitar Patung Liberty Siap Dibuka Kembali

Pada hari Sabtu baru-baru ini, lebih kurang 11.000 orang naik feri dari Manhattan ke Patung Liberty dan Pulau Ellis, empat kali lebih banyak dari bulan sebelumnya. Menurut Rafael Abreu, wakil presiden pemasaran di Statue Cruises. Museum Seni Metropolitan kebanyakan dikunjungi 7.000 setiap hari naik dari 4.000 kala dibuka kembali di musim panas. Museum Sejarah Alam Amerika melaporkan peningkatan serupa dengan pariwisata patung Liberty yang memiliki cerita dibalik pembangunan Liberty. Pekan lalu, New York menyebutkan bakal menambah batas kapasitas untuk museum, kebun binatang, dan bioskop.

Yang pasti, pariwisata masih berjuang sehabis mengalami pukulan yang melampaui apalagi sehabis serangan teroris 11 September 2001. Ini nyaris tidak pulih ke tingkat kemakmuran New York lainnya, layaknya pasar saham. Tingkat hunian hotel turun dari 88% dua th. lalu, data STR menunjukkan. Seiring bersama dengan penurunan pengunjung, banyak kamar kosong karena 200 dari 700 hotel di kota itu ditutup, sebagian secara permanen.

Tingkat sebenarnya apalagi lebih rendah, mengingat ratusan kamar yang dibeli di kota untuk menampung para tunawisma dan pasien virus corona, menurut Vijay Dandapani, presiden dan kepala eksekutif Asosiasi Hotel New York. “Kami bisa saja melihat tunas hijau pariwisata yang pertama, tapi mereka belum pasti berbuah atau menopang pohonnya,” kata Dandapani. Untuk kebangkitan sejati, katanya, New York bakal perlu kembalinya perjalanan usaha dan internasional, konferensi dan konvensi.

Industri perjalanan Kota New York bisa saja tidak bakal ulang ke kebolehan penuh sepanjang lebih dari tiga tahun, bersama dengan 69 juta pengunjung dikehendaki pada th. 2025, menurut NYC & Company, pemasar pariwisata kota. Sebelum pandemi, badan tersebut memperkirakan 71 juta pengunjung memecahkan rekor untuk 2021. Sekarang memprediksi 36 juta. Bahkan bersama dengan prospek yang suram, industri hotel kota siap untuk ledakan bangunan: 116 properti sedang didalam pengembangan bersama dengan 110.000 kamar tersedia pada akhir tahun, meningkat 25% dari th. 2020.