Fakta Ikan Buntal, Ikan Fugu

Ikan buntal atau ikan fugu adalah salah satu spesies ikan paling beracun dan mematikan di dunia. Ikan ini memiliki beberapa fakta yang perlu Anda ketahui. Tidak seperti ikan lainnya, ikan buntal atau ikan fugu dengan duri bulat dan tajam adalah ikan yang sangat berbahaya. Ikan ini beracun dan dapat membunuh manusia dalam hitungan detik jika tidak langsung ditangani secara cepat dengan baik.

Meskipun beracun, ikan buntal telah menjadi warisan kuliner atau hidangan populer di Jepang, Cina, dan berbagai negara. Di Asia, orang Jepang makan lebih dari 10.000 ton ikan buntal dan setiap tahun terus meningkat dan mereka juga suka bermain Judi Slot Online Jackpot Terbesar setiap hari. Tetrodotoxin pada ikan buntal merupakan racun yang dapat menyerang sistem saraf dan sangat mematikan. Racun ini bahkan lebih mematikan daripada  sianida.

Fakta Ikan Buntal, Ikan Fugu

Menelan hanya sekitar 1-2 miligram racun tetrodotoxin murni bisa berakibat fatal. Diperkirakan setidaknya ada 5 hingga 10 orang yang keracunan ikan buntal di Jepang saja setiap tahun. Meski terlihat sedikit, beberapa orang yang keracunan  karena makan ikan buntal tidak dapat diselamatkan. Ikan buntal bisa mengeluarkan racun dari dalam hati, kelenjar kelamin, kulit, dan usus yang bisa membunuh 30 orang dewasa.

Tentang gejala yang ditemui bila terkena racun buntal, antara lain pusing, mati rasa, kelumpuhan otot, gagal jantung hingga kematian. Agar ikan buntal aman dikonsumsi, berbagai organ tersebut harus dibuang secara hati hati dengan teknik khusus agar daging ikan tidak terkontaminasi racun tersebut. Oleh karena itu Daftar Judi Slot Online Terpercaya, ikan buntal umumnya tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi di rumah dan hanya boleh disajikan di restoran yang secara khusus menyajikan menu ikan buntal.

Satu-satunya pertolongan pertama untuk korban yang keracunan ikan buntal adalah perawatan medis di rumah sakit. Dokter akan memberikan sejumlah perawatan, seperti pemberian oksigen melalui ventilator, melakukan prosedur pengosongan lambung, infus cairan atau tablet yang aktif membersihkan lambung, hingga cuci darah. 

Walaupun hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk mengatasi keracunan tetrodotoksin akibat konsumsi ikan buntal. Namun, slot online orang yang mengalami keracunan ikan buntal harus segera mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit. Untuk itu kita harus memahami tahapan gejala orang yang mengalami keracunan ikan buntal.

Gejala keracunan ikan buntal stadium 1 adalah mati rasa atau kesemutan di area sekitar mulut. Gejala ini dapat disertai dengan gangguan saluran cerna, seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. Gejala ini biasanya muncul 10 sampai 5 menit setelah makan ikan buntal. Gejala keracunan lebih lanjut adalah wajah mati rasa, bicara cadel atau cadel, kehilangan keseimbangan, dan merasa lemah atau tidak bisa bergerak.

Pada tahap keracunan ini, tubuh akan lumpuh atau sama sekali tidak bisa bergerak, tidak bisa berbicara, gagal napas dan pupil mata melebar. Tahap akhir gejala keracunan ikan buntal adalah gagal napas berat, penurunan kadar oksigen dalam tubuh (hipoksia), detak jantung lebih lambat dari normal (bradikardia), penurunan tekanan darah tinggi (hipotensi), aritmia, dan penurunan kesadaran.

Gejala keracunan ikan buntal dapat muncul dalam waktu 20 menit sampai 3 jam setelah racun ikan buntal masuk ke dalam tubuh. Dalam beberapa kasus, gejala keracunan bahkan baru muncul setelah 20 jam mengonsumsi ikan buntal. Jika tidak mendapatkan penanganan secepatnya, orang yang mengalami keracunan makanan akibat tetrodotoksin dari ikan buntal bisa mengalami kematian dalam jangka waktu sekitar kurang dari 6 jam setelah mengonsumsi ikan buntal.